Tuesday, November 19, 2019

Manfaat Cabe

cabe

Makanan yang memiliki rasa pedas memiliki sensasi tersendiri di lidah. Dengan cabe atau cabai, makanan bisa terasa pedas. Olahan cabe seperti saus banyak digunakan sebagai pelengkap bakso. Sambal terasi juga bisa menjadi pelengkap makan. Dengan sambal, makanan bisa lebih sedap meski pedas. Cabe juga merupakan bumbu utama dalam membuat rujak. Makanan yang dimakan dengan cabe, sekalipun itu buah, bisa menjadi lebih nikmat. Meski makanan pedas terasa nikmat, memakan banyak makanan pedas bisa mengakibatkan sakit perut. Memang cabe bisa mengakibatkan sakit perut, namun cabe juga mempunyai manfaat bagi kesehatan.

Pada saat musim dingin, kita perlu meningkatkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Terdengar mengejutkan bahwa cabe dapat melindungi kita dari penyakit-penyakit yang umum kita derita pada saat musim dingin. Apabila Anda dapat mentoleransi rasa pedas pada cabe.


Kandungan Cabai

Cabai mengandung banyak senyawa kimia yang menakjubkan,  yang diketahui memiliki manfaat untuk pencegahan banyak penyakit .

Cabai mengandung senyawa seperti alkaloid, capsaicin, yaitu yang memberikan  rasa pedas yang kuat. Penelitian awal laboratorium pada hewan percobaan menunjukkan,  bahwa capsaicin memiliki anti-bakteri, anti-karsinogenik, memiliki sifat analgesik dan anti-diabetes. Hal ini juga dapat mengurangi kadar kolesterol HDL pada orang kegemukan.

Cabai merah dan hijau yang segar adalah sumber yang kaya vitamin C-. Pada 100 g cabai segar menyediakan sekitar 143,7 mg , atau sekitar 240%  RDA. Vitamin C adalah antioksidan ampuh yang larut dalam air . Ini diperlukan untuk pembentukan kolagen dalam tubuh. Kolagen adalah protein struktural utama dalam tubuh yang diperlukan untuk menjaga integritas pembuluh darah, kulit, organ, dan tulang. Mengkonsumsi makanan yang  kaya vitamin C dapat membantu tubuh terlindungi dari penyakit kudis, meningkatkan kekebalan, anti radikal bebas pada tubuh.

Cabai juga kaya jenis antioksidan lain,  seperti vitamin A  dan flavonoid seperti karoten, lutein, zea-xanthin, dan cryptoxanthin. Zat antioksidan pada cabai membantu melindungi tubuh dari efek  radikal bebas yang merugikan, yang dapat dihasilkan karena stres, dan kondisi penyakit lain.

Cabai juga mengandung banyak mineral,  seperti kalium, mangan, zat besi, dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai co-faktor untuk enzim antioksidan, superoksida dismutase.

Cabai juga termasuk dalam kelompokpenghasil vitamin B-kompleks,  seperti niacin, pyridoxine (vitamin B-6), riboflavin dan thiamin (vitamin B-1). Vitamin ini penting bagi  tubuh, dan harus diperoleh melalui sumber eksternal.

Kandungan tertinggi vitamin dan mineral pada Cabai. Berikut yang disediakan per 100 g Cabai:

240% vitamin C-(asam askorbat),
39% vitamin B-6 (pyridoxine),
32%  vitamin A,
13%  besi,
14% tembaga,
7% kalium,
Non kolesterol.


Manfaat Cabai

1. Baik untuk jantung

Cabai mengandung banyak vitamin seperti vitamin C, vitamin A, dan bioflavinoids. Ketiga kandungan tersebut dapat memperkuat pembuluh darah, membuatnya menjadi elastis, dan dapat menyesuaikan diri dengan tekanan darah yang fluktuasi. Selain itu, ketiga kandungan tersebut dapat mengurangi jumlah fibrin di dalam darah dan ampuh dalam menurunkan kolesterol.

2. Mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit

Cabai mengandung komponen utama bernama Kapsaisin yang berperan utama dalam menghambat Substance P, zat yang berkaitan dengan proses inflamasi. Zat ini mengakibatkan migrain, sakit kepala, hingga sinus. Kapsaisin dikenal juga dapat merangsang pelepasan endorfin yang membunuh rasa nyeri akibat peradangan.

3. Melancarkan hidung tersumbat

Hidung anda sering tersumbat? Cobalah makan makanan pedas berkuah karena rasa panasnya akan merangsang sekresi dengan cara membantu proses terbukanya saluran pernapasan anda yang tersumbat cairan. Selain itu, kandungan pada cabai mengandung antibakteri yang dapat membantu memerangi infeksi sinus kronis.

4. Mendukung program diet

Sebuah penelitian menemukan bahwa kapsaisin dapat membantu mengurangi jaringan lemak dan membantu mempecepat proses metabolisme.

5. Membunuh sel-sel kanker

Menurut para ahli, kapsaisin yang ada pada cabai dapat membunuh sel-sel ganas penyebab kanker, terutama kanker prostat.

6. Menurunkan kadar gula darah

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi cabai bisa membantu untuk mengontrol kadar insulin sehabis makan hingga 60 persen.

Efek samping mengkonsumsi cabai

Begitu besar kandungan  nilai gizi dan manfaat cabai, namun pada beberapa kasus, cabai juga bisa menimbulkan masalah. Untuk itu, batasi konsumsi anda terhadap cabai yang diluar kemampuan tubuh anda.

Yang menimbulkan rasa pedas pada cabai adalah kandungan capsaicin, walaupun bermanfaat, namun ini dimakan dapat menyebabkan iritasi parah, dan rasa panas pada mulut, lidah dan tenggorokan.

Pada awalnya capsaicin dalam cabai akan menimbulkan peradangan,  ketika mulai kontak dengan selaput lendir halus pada rongga mulut, tenggorokan dan perut, sehingga  segera menghasilkan sensasi panas melalui ujung saraf bebas di mukosa. Makan yoghurt yang dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri terbakar, karena yoghurt akan pengenceran konsentrasi capsaicin dan mencegah kontak dengan dinding perut.

Hindari menyentuh mata dengan jari-jari yang terkontaminasi zat dari cabai yang terbuka. Bilas mata terkena cabai, benamkan mata secara menyeluruh dalam air dingin untuk mengurangi iritasi. Cabai juga dapat memperburuk kondisi refluks gastro esofagus (GER) yang ada.

Senyawa kimia tertentu seperti aflatoksin (hasil dari jamur) yang ditemukan pada cabai telah diketahui dapat menyebabkan kanker lambung, hati dan usus. untuk itu, pastikan cabai yang anda dapatkan adalah cabai yang segar dan sehat.

Add comment


Security code
Refresh