Tuesday, November 19, 2019

Mengenal khasiat dan manfaat brokoli

Brokoli

Brokoli yang masih baik berwarna hijau gelap, hijau keabuan, atau hijau keunguan, tergantung dari varietasnya.Jika berwarna kuning dan layu, nilai gizi brokoli itu sudah banyak yang hilang.Brokoli mengandung senyawa kimia yang dapat menghambat perkembangan sel-sel kanker.

Manfaat brokoli untuk terapi antara lain sebagai antikanker dan antioksidan.Salah satu senyawa yang berhasil diteliti adalah sulforaphane.Senyawa ini mampu merangsang sel-sel tubuh memproduksi enzim detoksifikasi untuk melawan sel-sel kanker.

Terbukti bahwa orang yang teratur mengkomsumsi brokoli, kecil kemungkinan terkena kanker esophagus ( kerongkongan ), kanker perut, kanker usus besar, kanker paru, kanker larynx, kanker parynx, kanker prostat, dan kanker mulut.Dibandingkan dengan famili kubis-kubisan lainnya, brokoli memegang ranking tertinggi sebagai sayuran antikanker usus besar ( kolon ).

Selain itu, brokoli juga mengandungkaretenoid, yakni senyawa provitamin A yang turut memberi kekuatan melawan kanker.Diduga, klorofil pada brokoli dapat menghambat mutasi sel kanker.Wanita dianjurkan mengkomsumsi brokoli untuk mencegah timbulnya kanker payudara.Risiko terkena kanker rahim pada wanita yang rajin mengkomsumsi brokoli juga kecil.

Kandungan Brokoli

Kandungan nutrisi pada brokoli terdiri atas beberapa senyawa sebagai berikut :
Kalsium           56 mg
Kalori              33 kkal
Beta karoten   375 mcg
Folat               90 mg
Zat Besi          1,7 mg
Vitamin C        87 mg
Vitamin E        1,3 mg
Seng              0,6 mg

Khasiat dan Manfaat Brokoli

Adapun khasiat dan manfaat brokoli terhadap kesehatan tubuh diantaranya :

 - Mengurangi risiko terjadinya kanker.
 - Membantu menurunkan risiko gangguan jantung dan stroke.
 - Mengurangi risiko terkena katarak.
 - Membantu melawan anemia.
 - Mengurangi risiko terkena spina bifida (salah satu jenis gangguan kelainan tulang belakang)
 - 
Membantu pencernaan.
Brokoli kaya akan serat, yang membantu pencernaan dan bekerja mencegah sembelit
 - Bertindak sebagai detoxifier.
Kandungan vitamin C, asam amino sulfur membuat brokoli  sangat baik. Ini membantu menghilangkan radikal bebas dan racun seperti asam urat dari tubuh
 - Mengontrol diabetes.
 Brokoli kaya akan kromium, yang dikenal untuk membantu mengatur insulin dan mengontrol diabetes
 - 
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Brokoli merupakan sumber vitamin C, nutrisi penting yang membantu menjaga sistem kekebalan tubuh
 - Menjaga penglihatan yang sehat.
Penelitian telah menunjukkan bahwa beta-karoten dalam brokoli dapat melindungi mata terhadap degenerasi makula dan mencegah katarak
 - Melindungi terhadap radiasi UV.
Para peneliti juga menemukan bahwa senyawa yang disebut sulforaphane dalam brokoli  mengurangi kerusakan kulit dan peradangan yang disebabkan oleh paparan radiasi UV
 - Mencegah anemia.
Anemia adalah langsung berhubungan dengan kekurangan zat besi. Zat besi dan asam folat yang ditemukan dalam brokoli dapat membantu mencegah anemia kekurangan zat besi
 - Mempertahankan kehamilan yang sehat.
Brokoli merupakan sumber folat yang membantu mencegah cacat saraf seperti spina bifida pada janin. Semua wanita membutuhkan sumber rutin folat selama kehamilan
 - Menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
Brokoli kaya akan serat mengurangi kolesterol, kromium, dan potasium, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengontrol tekanan darah
 - Diet berat badan.
Brokoli sangat rendah dalam konten kalori. Sekitar 146 gram brokoli mengandung kurang dari 50 kalori dan oleh karena itu pola makan yang baik untuk orang yang sedang menurunkan berat badan

Add comment


Security code
Refresh