Tuesday, November 19, 2019

Manfaat tempe untuk kesehatan

Tempe merupakan salah satu makanan orang Indonesia, selain harganya murah meriah dan mudah didapatkan dimana-mana, tempe juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan kita. Kandungan gizi yang dimiliki oleh tempe tidak kalah dengan menu makanan kelas lainnya yang terbilang mahal. Berikut Info Kesehatan akan memaparkan kehebatan dari manfaat tempe.

Kandungan Gizi Tempe

Tempe yang terbuat dari kacang kedelai yang kemudian fermentasi dengan jamur Rhizopus oligosporus. Kandungan yang ada dalam tempe itu hampir sama dengan kandungan yang dimiliki oleh yougurt. Karena tempe itu adalah sumber protein nabati yang mengandung serat pangan, vitamin B, kalsium dan zat besi. Selain itu tempe juga memiliki kandungan antibiotika dan antioksidan yang bisa mengatasi infeksi dan mencegah penyakit degeneratif. Perlu diketahui kalau dalam 100 gram tempe itu mengandung 20,8 gram protein, lemak 8,8 gram, 155 miligram kalsium, 326 miligram fosfor, serat 1,4 gram, 4 miligram zat besi, dan karoten 34 gram serta Vitamin B1 0,19 miligram.

Kandungan tempe lainnya adalah mineral baik itu makro pun mikro. Komposisnya tidak berlebih tapi cukup. Mineral tersebut antara lain Fe atau zat besi, tembaga, zink, kalsium, dan magnesium. Yang tak kalah penting dari tempe adalah senyawa Isoflavonnya. Komponen zat ini sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan serangan radikal bebas. Isoflavon tempe ada tiga varian antara lain daidzein, glistein dan juga genistein. Semuanya bersinergi dalam mengurangi radiasi polutan dalam tubuh.

Manfaat tempe bagi kesehatan

  • Mencegah anemia juga Osteoporosis. Kandungan zat besi juga protein serta kalsium yang mudah dicerna tubuh menjadi tameng pelindung terutama bagi wanita yang memang sangat rentan kekurangan hemoglobin dan kalsium
  • Menghalau kolesterol jahat dalam darah. Protein, asam lemak PUFA, serat alami, kalsium dan juga niasin pada tempe dikenal mampu mereduksi kolesterol jahat. Asam lemak efektif menurunkan serum kolesterol sehingga efek negatif sterol bisa ditangkal
  • Sumber anti-oksidan terbaik. Isoflavon-nya mampu memelihara sel sehingga efek penuaan dini bisa dihindari
  • Penelitian di Amerika Serikat, tepatnya di North Carolina University, ditemukan fakta menarik bahwa genestein juga fitoestrogen yang ada pada tempe bisa melawan kakner prostat dan juga payudara
  • Kandungan jamur Rhizopus pada tempe memberikan keuntungan sendiri sebab jamur tersbut merupakan zat antibiotik yang ampuh melawan disentri dan lain-lain
  • Mereduksi kadar gula darah. Bagi penderita diabetes tak usah takut untuk mengkonsumsi tempe, karena tempe aman untuk dikonsumsi. Protein dan serat yang terkandung dalam tempe dapat mencegah naiknya kadar gula darah. Biasanya orang yang menderita diabetes berisiko mengalami radang pembuluh darah yang berhubungan dengan penyakit jantung, sehingga harus menjaga kadar kolesterol darah tetap rendah. Dan inilah alasan kita mengapa tempe sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.
  • Karang tempe atau oligosporus diketahui berfungsi sebagai anti-infeksi
  • Kemampuannya sebagai penangkal radikal bebas juga bisa berefek baik pada pemeliharaan kesehatan organ tubuh terutama jantung. 
  • Dapat Mencegah Kanker. Serat yang terkandung dalam tempe dapat mengikat racun dan kolesterol penyebab kanker serta membuangnya dari dalam tubuh, sehingga racun yang sudah terikat tidak akan merusak sel-sel dalam tubuh. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata juga dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan dini.
  • Mencegah diare dan kolera. Sebagai pencegahan antibiotik dan antibakteri dari infeksi bakteri E. coli yang menyebabkan diare dan kolera.
  • Sumber protein dan vitamin. Tempe mengandung 18 jenis protein dan asam amino yang mudah untuk dicerna. Sangat cocok bagi mereka yang sedang diet. Tempe juga mengandung vitamin B yang berguna untuk metabolisme sel darah merah, kulit yang sehat, meningkatkan perbaikan fungsi kekebalan tubuh dan saraf, hormon pertumbuhan, mencegah anemia dan kanker pankreas.

Add comment


Security code
Refresh